KACANG MOJOPAHIT

Kacang mojopahit adalah kacang pilihan yang sangat berkualitas dan di proses oleh tenaga ahli di bidang nya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: “ca-pub-4158363238328732”, enable_page_level_ads: true });

Kacang yang berkualitas dan di datang kan/di beli langsung dari petani kacang di seluruh Nusantara..maka tercipatlah sebuah kacang mojopahit yang enak gurih dan yang pasti berkualitas tinggi..

Iklan

Jenis-Jenis Kopi Nusantara Indonesia adalah negara yang diberkahi dengan letak geografis dan struktur tanah baik tempat bertumbuhnya kopi. Beberapa wilayah di Indonesia tersebar perkebunan kopi yang masing-masing hasil kopinya memiliki karakteristik unik dan berbeda-beda. Apa saja kopi nusantara dan bagaimana karakteristik setiap biji kopinya? Yuk, baca artikel dibawah ini. Kopi Sumatera Coffee picker in Batak head dress, Seribu Dolok, Sumatra-2 Kopi Sumatera adalah salah satu kopi paling terkenal di dunia. Kopi Sumatera yang paling terkenal berasal dari Sumatera Utara dengan kopi Sidikalang, Lintong dan Mandheling. Kopi Sumatera memiliki cita rasa yang berat. Bisa dikatakan paling berat dan kompleks di antara jenis-jenis kopi yang ada di dunia. Beberapa ahli kopi mengatakan kopi Sumatera memiliki cita rasa unik karena dengan karakteristik dengan aroma rempah dan juga earthy. Kopi Sumatera memiliki tekstur halus dan berbau tajam. Inilah yang menyebabkan kopi Sumatera menjadi salah satu kopi paling laris. Kopi Suamtera diproses dalam dua cara yaitu proses semi-washed dan dry-processed. Ditanam di ketinggian dan kontur tanah ideal menjadikan kopi Sumatera berkualitas terbaik bahkan di mata Internasional. Kopi Sulawesi toraja Tana Toraja adalah daerah yang diberkahi tanah tempat kopi tumbuh subur dengan kualitas yang tak kalah baik dari kopi dari daerah lain. Rasa yang kuat dan kadar asam yang tinggi menjadikan kopi Toraja diminati pasar yang memang menyukai kopi dengan keasaman tinggi. Meskipun sering disebut-sebut bercita rasa mirip dengan kopi Sumatera, tapi kopi Toraja memiliki ciri sendiri yang tentunya berbeda. Kopi Toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil dan lebih mengkilap dan licin pada kulit bijinya. Meskipun memiliki cita rasa asam, kopi Toraja memilki aroma earthy yang khas. Dan menurut ahli kopi aroma itulah yang menjadikan kopi Toraja berbeda dengan karakteristik yang unik pula. Kopi Aceh Gayo shutterstock_174353867 Siapa yang tidak kenal dengan kopi Aceh Gayo yang sudah tersohor kenikmatannya? Kopi yang berasal dari daerah Tanah Gayo Aceh Tengah ini menjadi salah satu jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat maupun yang diekspor ke luar negeri. Kopi Gayo memiliki ciri unik dengan kekhasan aroma yang berbeda dengan kopi-kopi lain di Indonesia. Kopi Gayo menghasilkan sebagian besar jenis kopi Arabika terbaik. Cita rasa kopi Gayo sendiri terasa lebih pahit dengan tingkat keasaman rendah. Aromanya yang sangat tajam menjadikan jenis kopi ini disukai. Tak heran kopi ini menjadi penghasil kopi terbesar di Asia. Meskipun rasanya pahit, kopi Gayo memberi aroma gurih pada setiap tegukan. Kopi Bali Kintamani Bali-Mountains-Bedugul-Kintamani-1-Jan-2013 Kopi yang berasal dari daerah Kintamani Bali nan sejuk ini memang memiliki keunikan cita rasa yang berbeda dari kopi di daerah lain di nusantara. Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Hal tersebut terjadi dikarenakan tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti aneka sayuran dan buah jeruk. Kopi jenis ini menggunakan sistem ‘tumpang sari’ bersama dengan jenis tanaman lain. Itu kenapa biji kopinya meresap rasa buah-buahan seperti jeruk. Selain memiliki cita rasa ‘buah’, kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat. Keunikanya tersebut di dapat dari letak geografisnya yang unik juga. Bagi kamu yang menyukai cita rasa kopi berbeda, kopi Bali Kintamani bisa menjadi pilihan yang tepat. Kopi Papua Wamena trek-papua-165 Kopi yang berasal dari wilayah Timur Indonesia ini tumbuh pada ketinggian 1.500 m dengan suhu 20 derajat. Menjadikannya kopi dengan cita rasa ringan dan memiliki keharuman tajam yang nikmat. Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah, mungkin dikarenakan letak geografisnya dan juga struktur tanah tempat kopi ini bertumbuh. Yang membuat kopi ini berkualitas tinggi adalah para petani menanam kopi ini secara organik karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang tentu bisa memengaruhi kopi yang akan dihasilkan. Untuk kamu yang menyukai kopi dengan rasa ringan dan lembut, aroma tajam yang nikmat serta tekstur yang nyaris tanpa ampas, kopi Papua Wamena adalah pilihan yang tak mungkin salah. Kopi Flores Bajawa shutterstock_161919842 Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, siapa sangka daerah ini ternyata juga menghasilkan kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Flores Bajawa adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. Dan jadilah kopi Flores Bajawa yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain. Kopi Jawa shutterstock_173816543 Kopi yang berasal dari Pulau Jawa ini ternyata memiliki keunikan cita rasa sendiri. Aroma rempah yang lahir secara alami menjadikan kopi jenis ini dinikmati karena memiliki karakteristik yang berbeda. Meskipun kopi Jawa tidak sekuat kopi Sumatera dan Sulawesi dari segi cita rasa dan aroma, tetapi dia tetap memiliki penikmat sendiri karena aroma tipis rempah yang dihasikan. Menjadikan pengalaman minum kopi terasa lebih unik dan berbeda. Sebagian besar kopi Jawa melalui proses giling basah. Itu jugalah yang membuat cita rasanya tidak terlalu kuat. Meski begitu kopi Jawa tetap diminati karena menurut beberapa ahli, tidak semua kopi nusantara mampu menghasikan kopi yang beraroma ‘rempah’

Limbah yang menjanjikan

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: "ca-pub-4158363238328732",
          enable_page_level_ads: true
     });
</script>

ayam seperti usus dan ceker yang selalu menyemburkan bau tak sedap jangan keburu dianggap tak bernilai. Novayanti Rahman, 50 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai wartawan salah satu koran di Surabaya bisa memanfaatkan limbah tersebut. Meski masih sebatas usaha sampingan, Ia mampu meraup omset belasan juta rupiah sebulan dari usaha kripik usus dan ceker ayam.

Gurih, renyah, dan bikin ketagihan. Itulah keripik ceker. Keripik dari bahan baku kaki ayam ini memang memerlukan bahan baku cukup banyak. Sepuluh kilogram (kg) ceker basah hanya menghasilkan satu kg ceker kering. Dengan harga Rp 110.000 per kg, produsen bisa mencetak omzet Rp 28 juta per bulan.

Di sela-sela kesibukannya memburu berita, Novayanti memanfaatkan kepiawaiannya berinteraksi dengan orang lain untuk memasarkan camilan produksinya yang diberi merk UsAY dan CeKam, merupakan akronim dari usus ayam dan ceker ayam.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: "ca-pub-4158363238328732",
          enable_page_level_ads: true
     });
</script>

Kripik dari usus dan ceker ayam memang belum terlalu populer di tengah masyarakat. Namun bagi mereka yang telah sempat mencicipi mengakui bahwa keripik ini rasanya gurih dan renyah sehingga banyak orang yang ketagihan. Kripik ini biasanya menjadi tambahan berbagai hidangan seperti sop, semur, dan bakso.

Untuk memproduksi kripik berbahan usus dan ceker ayam ini sangat mudah. Usus mentah dari ayam direndam air, setelah dicampur cuka. Tujuannya, untuk menghilangkan bau amis. Setelah dibersihkan,  dicampur bumbu-bumbu dari bawang putih dan adonan tepung. Kemudian digoreng hingga kering.  Sedangkan ceker dimulai dengan pemisahan kulit dari tulangnya lalu direndam dalam air kapur selama 10 menit untuk menghilangkan lendirnya.

Kelebihan UsAy dan CeKam dibanding produk lain yang telah beredar di pasaran adalah rasanya orisinil. Karena semua bumbu direbus bersamaan dengan usus. Setelah itu digoreng.

Ketebalan plastik kemasan, merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian untuk menjaga kualitas. Desain kemasannya cukup menarik dengan warna dominan orange. Visual grafis yang terkesan jenaka pada kemasan untuk memikat konsumen.

Harganya mulai Rp8.000 per bungkus untuk ukuran 100 gram, Rp20.000 per 250 gram dan Rp80.000 untuk kemasan 1 kg. Sedangkan keripik dari ceker dipatok seharga Rp120.000 per kg. Dalam sebulan, Novayanti meraup omset lebih dari Rp10 juta dengan margin keuntungan sekitar 15% – 25%.

Dalam memasarkan hasil produksinya, Novayanti mengandalkan teknologi internet melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, blog dan blackberry messenger.

Menurutnya, modal awal mengembangkan usahanya relatif sedikit. Karena memanfaatkan alat-alat rumah tangga. Seperti ember untuk merendam, penggorengan dan tempayan untuk menyaring. Sedangkan untuk membeli bahan baku sekitar Rp2 juta. Misalnya usus ayam mentah 15 kg dan packaging. Sedangkan  ceker harganya Rp5.500 – Rp Rp10.000 per kg. Setelah bisnisnya berkembang, kini alumni Fisip Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini membutuhkan usus mentah sebanyak 80-90 kg per hari.

Kunci sukses bisnis ini terletak pada kualitas produk. Kemasan yang menarik serta citarasa yang disukai konsumen. Dengan begitu loyalitas konsumen akan terbangun dengan sendirinya dan penjualan produkpun akan senantiasa bertumbuh.

Pengusaha keripik ceker lain adalah Teguh Satrio Wibowo yang berprofesi sebagai pemotong ayam negeri di Malang, Jawa Timur sejak 2009. Mulanya Teguh hanya menjual ceker dan kepala ayam yang tak terjual di pasar. Ia menjualnya kepada pembudidaya lele untuk pakan lele.

Rubiyanti bisa mendapatkan ceker Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per kg. Sedangkan Teguh memasok ceker dengan harga Rp 5.500 per kg dari pasar di Malang. Rubiyanti membagi keripiknya ini menjadi dua jenis, yakni keripik mentah di harga Rp 100.000 per kg dan keripik matang Rp 110.000 per kg. Teguh menjual keripik ceker dengan harga Rp 120.000 per kg. Jika diambil  untung 25% dari harga jual, maka dalam sepekan memperoleh omzet Rp 5 juta- Rp 7 juta.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
          google_ad_client: "ca-pub-4158363238328732",
          enable_page_level_ads: true
     });
</script>